Grand TeoriPsikologi Sosial

TRA

Theory of Reasoned Action

TRA menjelaskan perilaku sukarela melalui niat, yang dibentuk oleh sikap dan norma subjektif. Teori induk dari TPB dan TAM, fondasi banyak penelitian niat perilaku wisatawan.

Pencetus

Martin Fishbein & Icek Ajzen

Tahun

1975

Sumber Primer

Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. Reading, MA: Addison-Wesley.

Deskripsi Teori

Theory of Reasoned Action (TRA) dikembangkan oleh Fishbein & Ajzen (1975) sebagai model sosial-psikologi untuk memprediksi perilaku sukarela. TRA menyatakan bahwa perilaku ditentukan oleh niat (behavioral intention), dan niat dibentuk oleh dua faktor: sikap terhadap perilaku (attitude) dan norma subjektif (subjective norm).

"A person's behavior is determined by their intention to perform the behavior, which is a function of attitude and subjective norm." — Fishbein & Ajzen (1975)

TRA adalah teori induk dari dua teori yang sangat populer di TourAcad: Theory of Planned Behavior (TPB) — yang menambahkan perceived behavioral control — dan Technology Acceptance Model (TAM). Memahami TRA membantu peneliti memilih kerangka yang paling tepat untuk konteksnya.


Asumsi Dasar TRA

  1. Manusia rasional: Individu memproses informasi secara sistematis sebelum bertindak.
  2. Perilaku bersifat sukarela: TRA berlaku untuk perilaku di bawah kendali kehendak penuh.
  3. Niat adalah prediktor terkuat: Perilaku aktual paling baik diprediksi oleh niat.
  4. Dua determinan niat: Sikap (pertimbangan pribadi) dan norma subjektif (tekanan sosial).

Komponen Utama TRA

1. Sikap terhadap Perilaku (Attitude Toward Behavior)

Evaluasi positif/negatif individu terhadap melakukan perilaku tertentu, dibentuk oleh keyakinan perilaku (behavioral beliefs) × evaluasi hasil.

2. Norma Subjektif (Subjective Norm)

Persepsi tekanan sosial dari orang-orang penting (keluarga, teman, referensi), dibentuk oleh keyakinan normatif × motivasi untuk mematuhi.

3. Niat Perilaku (Behavioral Intention)

Kesiapan dan kemungkinan individu melakukan perilaku — prediktor langsung perilaku aktual.

4. Perilaku Aktual (Actual Behavior)

Tindakan nyata yang dilakukan (mis. memesan paket wisata, mengunjungi destinasi).


Model Kausal TRA

Behavioral beliefs   →  Attitude          ┐
× evaluasi hasil                          ├──► Behavioral  ──► Actual
                                          │    Intention        Behavior
Normative beliefs    →  Subjective Norm   ┘
× motivasi mematuhi

Penggunaan TRA dalam Penelitian Hotel & Pariwisata

Sebagai Teori Utama

  • Perilaku sukarela penuh tanpa hambatan berarti (mis. niat merekomendasikan destinasi)
  • Ketika peran tekanan sosial menonjol (mis. wisata religi, wisata kelompok)

Sebagai Teori Pendukung

  • Sebagai dasar untuk membangun TPB (jika ada hambatan/kendali) atau TAM (adopsi teknologi)
  • Dipadukan dengan norma sosial dalam riset perilaku pro-lingkungan

Jenis Penelitian yang Cocok

  • Kuantitatif Kausalitas (SEM/Regresi): uji jalur sikap & norma → niat → perilaku
  • Kuantitatif Deskriptif: mengukur sikap dan tekanan sosial wisatawan

Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata

KonteksSikapNorma SubjektifNiat → Perilaku
Wisata halalSikap terhadap destinasi halalPengaruh keluarga/komunitasNiat berkunjung
Eco-lodgeSikap pro-lingkunganTekanan kelompok referensiNiat menginap
Rekomendasi hotelEvaluasi pengalamanPengaruh ulasan temanNiat merekomendasikan (WOM)
Wisata kulinerSikap terhadap makanan lokalPengaruh sosialNiat mencoba

Kritik & Keterbatasan TRA

  1. Hanya untuk perilaku sukarela — gagal menjelaskan perilaku yang terhambat sumber daya/kesempatan (kelemahan ini melahirkan TPB).
  2. Mengabaikan faktor non-rasional — emosi, kebiasaan, dan faktor afektif kurang terwakili.
  3. Asumsi niat = perilaku — kesenjangan niat-perilaku (intention–behavior gap) sering terjadi.
  4. Norma subjektif lemah secara empiris — sering menjadi prediktor terlemah dibanding sikap.

Respons terhadap Kritik

Ajzen (1985, 1991) memperluas TRA menjadi TPB dengan menambahkan perceived behavioral control; Davis (1989) mengadaptasinya menjadi TAM untuk konteks teknologi. Kedua perluasan ini mengatasi keterbatasan TRA pada perilaku yang tidak sepenuhnya di bawah kendali.


Penelitian Menggunakan TRA di Bidang Hotel & Pariwisata

  • Niat berkunjung: peran sikap dan tekanan sosial dalam pemilihan destinasi
  • Word-of-mouth: prediktor niat merekomendasikan hotel/destinasi
  • Wisata berbasis nilai sosial: wisata religi, halal tourism, wisata komunitas
  • Dasar konseptual: titik tolak membangun model TPB atau TAM yang lebih lengkap

Referensi Primer & Kunci

  1. Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. Reading, MA: Addison-Wesley. (Sumber asli TRA — wajib dikutip)
  2. Ajzen, I., & Fishbein, M. (1980). Understanding Attitudes and Predicting Social Behavior. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
  3. Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T (perluasan TRA menjadi TPB)
  4. Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008 (adaptasi TRA menjadi TAM)
  5. Ulker-Demirel, E., & Ciftci, G. (2020). A systematic literature review of the theory of planned behavior in tourism, leisure and hospitality management research. Journal of Hospitality and Tourism Management, 43, 209–219. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2020.04.003

Gunakan Teori Ini dengan Tepat

Review AI TourAcad mengevaluasi apakah Anda menggunakan teori ini secara benar dan konsisten dalam proposal.

Mulai Review Gratis