Deskripsi Teori
Conservation of Resources (COR) Theory dikemukakan oleh Stevan Hobfoll (1989) dan menyatakan bahwa individu berupaya memperoleh, mempertahankan, dan melindungi sumber daya yang mereka nilai. Stres muncul ketika sumber daya terancam, hilang, atau ketika investasi sumber daya tidak menghasilkan keuntungan yang sepadan.
"Stress occurs when resources are threatened with loss, are lost, or when individuals fail to gain resources after investing them." — diadaptasi dari Hobfoll (1989)
Dalam perhotelan — industri yang padat interaksi emosional dan beban kerja tinggi — COR menjadi salah satu perspektif teoretis paling umum untuk menjelaskan burnout, kerja emosional, kelelahan, dan niat keluar karyawan.
Asumsi Dasar COR
- Primasi kehilangan: Kehilangan sumber daya berdampak lebih kuat daripada perolehan setara.
- Investasi sumber daya: Individu menginvestasikan sumber daya untuk melindungi dari kehilangan dan memperoleh sumber daya baru.
- Spiral sumber daya: Kehilangan memicu spiral kehilangan (loss spiral); perolehan memicu spiral perolehan (gain spiral).
- Caravan sumber daya: Sumber daya cenderung berkelompok dan saling memengaruhi.
Komponen Utama COR
1. Jenis Sumber Daya
- Objek: fasilitas kerja, alat
- Kondisi: status, keamanan kerja, dukungan
- Personal: efikasi diri, resiliensi, modal psikologis
- Energi: waktu, tenaga, pengetahuan
2. Ancaman & Kehilangan Sumber Daya
Beban kerja berlebih, kerja emosional, perlakuan buruk pelanggan (customer incivility).
3. Investasi Sumber Daya
Upaya karyawan (deep acting, regulasi emosi) untuk mempertahankan kinerja.
4. Hasil (Outcome)
Burnout, kelelahan emosional, penurunan kinerja, niat keluar (turnover intention).
Model COR (Konteks Perhotelan)
Tuntutan kerja & ──► Kehilangan/ancaman ──► Burnout, ──► Niat keluar,
kerja emosional sumber daya kelelahan penurunan kinerja
▲ emosional
│
Sumber daya personal (resiliensi, dukungan) = penyangga (buffer)
Penggunaan COR dalam Penelitian Hotel & Pariwisata
Sebagai Teori Utama
- Menjelaskan burnout & kelelahan emosional karyawan garis depan
- Mengkaji niat keluar akibat kerja emosional dan beban kerja
Sebagai Teori Pendukung
- Dipadukan dengan JD-R Model (sumber daya kerja = penyangga tuntutan)
- Dipadukan dengan SDT (personal resources/psychological needs)
Jenis Penelitian yang Cocok
- Kuantitatif Kausalitas (SEM/PLS): tuntutan → kehilangan sumber daya → burnout → niat keluar
- Studi diary/longitudinal: menangkap spiral sumber daya antar waktu
- Mixed Methods: survei + wawancara coping karyawan
Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata
| Konteks | Stressor (kehilangan) | Sumber daya (buffer) | Dependen |
|---|---|---|---|
| Front desk hotel | Customer incivility | Dukungan supervisor | Kelelahan emosional |
| Pramusaji restoran | Kerja emosional (surface acting) | Resiliensi | Niat keluar |
| Housekeeping | Beban kerja berlebih | Otonomi kerja | Burnout |
| Staf event | Tekanan waktu | Modal psikologis | Work engagement |
Kritik & Keterbatasan COR
- Definisi 'sumber daya' terlalu luas — hampir apa pun bisa disebut sumber daya, mengurangi ketepatan.
- Subjektivitas penilaian — nilai sumber daya bervariasi antar individu dan budaya.
- Sulit menguji spiral — dinamika loss/gain spiral menuntut desain longitudinal yang jarang dilakukan.
- Tumpang tindih dengan JD-R — banyak konstruk beririsan dengan model JD-R.
Respons terhadap Kritik
Hobfoll dkk. (2018) memperjelas prinsip inti COR dan klasifikasi sumber daya; peneliti perhotelan kian memakai desain multi-gelombang dan memadukan COR dengan JD-R untuk menguji mekanisme penyangga secara lebih tegas.
Penelitian Menggunakan COR di Bidang Hotel & Pariwisata
- Kerja emosional: bagaimana surface/deep acting menguras sumber daya dan memicu burnout
- Customer incivility: dampak perlakuan buruk tamu terhadap kesejahteraan karyawan
- Turnover: spiral kehilangan sumber daya dan niat keluar staf garis depan
- Resiliensi & dukungan: peran sumber daya personal sebagai penyangga stres kerja
Referensi Primer & Kunci
- Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of resources: A new attempt at conceptualizing stress. American Psychologist, 44(3), 513–524. https://doi.org/10.1037/0003-066X.44.3.513 (Sumber asli — wajib dikutip)
- Hobfoll, S. E., Halbesleben, J., Neveu, J. P., & Westman, M. (2018). Conservation of resources in the organizational context: The reality of resources and their consequences. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 5, 103–128. https://doi.org/10.1146/annurev-orgpsych-032117-104640
- Tinjauan sistematis kesejahteraan karyawan (2024). Employee well-being in the hospitality industry: A systematic literature review. International Journal of Hospitality Management, 122, 103880. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2024.103880
- Studi COR perhotelan (2025). Current Issues in Tourism. https://doi.org/10.1080/13683500.2025.2557520