Deskripsi Teori
Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Fred D. Davis pada tahun 1989 sebagai adaptasi dari Theory of Reasoned Action (TRA) Ajzen & Fishbein (1975) khusus untuk konteks adopsi teknologi informasi. TAM menjelaskan bahwa penerimaan teknologi oleh pengguna ditentukan oleh dua keyakinan utama: Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU).
"Perceived usefulness and ease of use are fundamental determinants of user acceptance" — Davis (1989, hlm. 319)
Asumsi Dasar TAM
TAM dibangun di atas tiga asumsi fundamental (Davis, 1989; Venkatesh & Davis, 2000):
- Rasionalitas terbatas: Pengguna membuat keputusan berdasarkan keyakinan (beliefs), bukan informasi sempurna
- Dua determinan utama: PU dan PEOU adalah prediktor paling kuat niat penggunaan teknologi
- Kausalitas berurutan: External variables → PU/PEOU → Attitude → Behavioral Intention → Actual Use
Komponen Utama TAM
1. Perceived Usefulness (PU) — Persepsi Kemanfaatan
"The degree to which a person believes that using a particular system would enhance his or her job performance" (Davis, 1989, hlm. 320)
Indikator yang lazim digunakan:
- Meningkatkan produktivitas pekerjaan
- Meningkatkan efisiensi pekerjaan
- Memudahkan pekerjaan
- Memberikan manfaat yang berguna
- Meningkatkan efektivitas pekerjaan
2. Perceived Ease of Use (PEOU) — Persepsi Kemudahan
"The degree to which a person believes that using a particular system would be free of effort" (Davis, 1989, hlm. 320)
Indikator yang lazim digunakan:
- Mudah dipelajari
- Mudah dikontrol dan dipahami
- Fleksibel
- Tidak membutuhkan usaha keras
- Mudah digunakan secara keseluruhan
3. Attitude Toward Using (ATU)
Sikap positif atau negatif terhadap penggunaan teknologi — dipengaruhi oleh PU dan PEOU.
4. Behavioral Intention to Use (BI)
Niat pengguna untuk menggunakan teknologi — prediktor langsung Actual Use.
5. Actual System Use
Perilaku penggunaan teknologi secara nyata (frekuensi, durasi, intensitas penggunaan).
Model Kausal TAM
External → PEOU → ATU → BI → Actual
Variables → PU ↗ ↗ Use
→ PU ───────────
Hubungan antar konstruk (Davis, 1989):
- PEOU → PU (kemudahan mempengaruhi kemanfaatan yang dirasakan)
- PU → ATU dan PU → BI (kemanfaatan mempengaruhi sikap dan niat)
- PEOU → ATU (kemudahan mempengaruhi sikap)
- ATU → BI (sikap mempengaruhi niat)
- BI → Actual Use (niat mempengaruhi perilaku aktual)
Penggunaan TAM dalam Penelitian Hotel & Pariwisata
TAM adalah salah satu teori paling sering dikutip dalam penelitian pariwisata dan perhotelan yang berkaitan dengan teknologi (Ukpabi & Karjaluoto, 2017).
Sebagai Teori Utama
TAM cocok sebagai teori utama ketika:
- Variabel dependen adalah niat penggunaan atau actual use teknologi tertentu
- Fokus penelitian pada faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi
Sebagai Teori Pendukung
TAM dapat mendukung teori lain ketika:
- TAM menjelaskan mekanisme kognitif di balik penerimaan inovasi
- Dikombinasikan dengan UTAUT, TPB, atau Innovation Diffusion Theory
Jenis Penelitian yang Cocok
- Kuantitatif Kausalitas (SEM/Regresi): Menguji PU dan PEOU sebagai prediktor BI atau Actual Use
- Kuantitatif Deskriptif: Mengukur tingkat PU dan PEOU pengguna terhadap sistem tertentu
- Mixed Methods: Survei TAM + wawancara untuk mendalami alasan di balik skor PU/PEOU yang rendah
Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel
| Teknologi | Variabel Independen | Variabel Dependen |
|---|---|---|
| Aplikasi pemesanan kamar (OTA) | PU, PEOU, Trust | Booking Intention |
| Self check-in kiosk | PU, PEOU, Anxiety | Actual Use |
| Chatbot hotel | PU, PEOU, Social Influence | Intention to Use |
| Robot pelayan hotel | PU, PEOU, Innovativeness | Acceptance |
| E-menu restoran hotel | PU, PEOU | Satisfaction, Reuse Intention |
Kritik & Keterbatasan TAM
Meskipun TAM sangat dominan, para akademisi mencatat beberapa keterbatasan:
- Terlalu simplistis (Legris et al., 2003): Model asli hanya mencakup dua konstruk — mengabaikan faktor sosial, emosional, dan kontekstual yang mempengaruhi adopsi teknologi
- Kurang prediktif untuk Actual Use (Bagozzi, 2007): BI tidak selalu berkorelasi kuat dengan perilaku aktual
- Konteks spesifik (Venkatesh et al., 2003): TAM lebih valid di lingkungan kerja formal; di konteks konsumen, faktor hedonis dan sosial lebih berperan
- Tidak menjelaskan "mengapa" (Benbasat & Barki, 2007): TAM menunjukkan apa yang mempengaruhi adopsi, tapi tidak menjelaskan mekanisme psikologis yang lebih dalam
Respons terhadap Kritik
Davis bersama Venkatesh mengembangkan TAM2 (2000) yang menambahkan faktor sosial dan kognitif, serta kemudian UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) pada tahun 2003 yang mengintegrasikan delapan teori adopsi teknologi.
Penelitian Menggunakan TAM di Bidang Hotel & Pariwisata
Beberapa konteks penelitian yang menggunakan TAM secara luas:
- Adopsi OTA (Online Travel Agency): Mengapa wisatawan memilih Traveloka/Tiket.com dibanding booking langsung ke hotel?
- Smart hotel technology: Penerimaan tamu terhadap robot, AI concierge, dan voice-controlled rooms
- Augmented Reality dalam tourism marketing: Niat wisatawan menggunakan AR untuk preview destinasi
- Mobile payment di restoran hotel: Adopsi sistem QRIS/e-wallet oleh tamu restoran
- Sistem informasi manajemen hotel (PMS): Penerimaan karyawan front desk terhadap sistem Property Management System baru
Referensi Primer & Kunci
- Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. (Sumber asli TAM — wajib dikutip)
- Davis, F. D., Bagozzi, R. P., & Warshaw, P. R. (1989). User acceptance of computer technology: A comparison of two theoretical models. Management Science, 35(8), 982–1003.
- Venkatesh, V., & Davis, F. D. (2000). A theoretical extension of the Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46(2), 186–204. (TAM2)
- Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478. (UTAUT)
- Ukpabi, D. C., & Karjaluoto, H. (2017). Consumers' acceptance of information and communications technology in tourism: A review. Telematics and Informatics, 34(5), 618–644. (Review TAM dalam pariwisata)