Deskripsi Teori
Diffusion of Innovations (DOI) dikemukakan oleh Everett Rogers (1962; edisi ke-5, 2003) dan menjelaskan bagaimana sebuah inovasi menyebar dalam suatu sistem sosial seiring waktu. Rogers mendefinisikan difusi sebagai "proses ketika inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu, sepanjang waktu, di antara anggota suatu sistem sosial."
"Diffusion is the process by which an innovation is communicated through certain channels over time among the members of a social system." — Rogers (2003)
Empat elemen inti: inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Dalam pariwisata dan perhotelan, DOI banyak dipakai untuk menjelaskan adopsi teknologi (PMS, mobile payment, blockchain) dan adopsi praktik berkelanjutan oleh bisnis pariwisata.
Asumsi Dasar DOI
- Inovasi menyebar bertahap: Adopsi mengikuti kurva-S (lambat → cepat → jenuh).
- Kategori adopter: Anggota sistem berbeda dalam kecepatan mengadopsi.
- Atribut inovasi menentukan kecepatan: Karakteristik inovasi memengaruhi laju adopsi.
- Peran komunikasi & jejaring: Pengaruh sosial (peer) penting dalam difusi.
Komponen Utama DOI
1. Atribut Inovasi (5 ciri)
- Relative advantage: keunggulan relatif dibanding praktik lama
- Compatibility: kesesuaian dengan nilai & kebutuhan
- Complexity: tingkat kesulitan memahami/menggunakan
- Trialability: dapat dicoba sebelum adopsi penuh
- Observability: hasilnya dapat diamati
2. Kategori Adopter
Innovators → Early Adopters → Early Majority → Late Majority → Laggards.
3. Saluran Komunikasi
Media massa dan komunikasi antar-pribadi (peer-to-peer).
4. Waktu & Sistem Sosial
Proses keputusan inovasi (pengetahuan → persuasi → keputusan → implementasi → konfirmasi) dalam konteks sosial tertentu.
Model DOI (Kurva Adopsi)
Jumlah │ ____------ (jenuh)
adopter │ ___---/
kumulatif │ __--/
(kurva-S) │ __--/
│ __--/
│__/
└──────────────────────────────────► Waktu
Innovators Early Early Late Laggards
2.5% Adopters Majority Majority 16%
13.5% 34% 34%
Penggunaan DOI dalam Penelitian Hotel & Pariwisata
Sebagai Teori Utama
- Menjelaskan adopsi teknologi oleh hotel/restoran/destinasi
- Mengkaji adopsi praktik berkelanjutan oleh bisnis pariwisata
Sebagai Teori Pendukung
- Dipadukan dengan TAM/UTAUT (atribut inovasi memperkaya prediktor adopsi)
- Dipadukan dengan TOE framework untuk konteks organisasi
Jenis Penelitian yang Cocok
- Kuantitatif Kausalitas (SEM/PLS): atribut inovasi → niat/keputusan adopsi
- Kuantitatif Deskriptif: profil kategori adopter di industri
- Kualitatif/Studi kasus: proses keputusan inovasi pada UMKM pariwisata
Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata
| Konteks | Atribut Inovasi (Independen) | Mediasi | Dependen |
|---|---|---|---|
| Mobile payment hotel | Relative advantage, complexity | Sikap | Niat adopsi |
| Hotel hijau | Compatibility, observability | Persepsi manfaat | Adopsi praktik berkelanjutan |
| Blockchain pariwisata | Trialability, complexity | Kepercayaan | Adopsi & difusi |
| PMS/smart hotel | Relative advantage | Kesiapan organisasi | Implementasi |
Kritik & Keterbatasan DOI
- Pro-inovasi bias — mengasumsikan inovasi selalu baik dan harus diadopsi.
- Mengabaikan struktur kekuasaan & sumber daya — adopsi sering terbatas oleh kapasitas (mis. UMKM, digital divide).
- Individual blame — cenderung menyalahkan non-adopter, bukan sistem.
- Kurang menjelaskan penolakan/penghentian — fokus pada adopsi, kurang pada diskontinuitas.
Respons terhadap Kritik
Riset terkini memadukan DOI dengan TAM/UTAUT dan TOE untuk menambah faktor organisasi-lingkungan, serta menyoroti digital divide dalam difusi teknologi perjalanan agar tidak bias pro-inovasi.
Penelitian Menggunakan DOI di Bidang Hotel & Pariwisata
- Adopsi teknologi: mobile payment, smart hotel, AI, dan PMS
- Keberlanjutan: difusi praktik ramah lingkungan di hotel & resor ski (Smerecnik & Andersen, 2011)
- Digital divide: kesenjangan adopsi smartphone untuk perjalanan (Shin & Baek, 2023)
- Blockchain & teknologi baru: dinamika difusi inovasi di sektor pariwisata
Referensi Primer & Kunci
- Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press. (Sumber utama — wajib dikutip)
- Smerecnik, K. R., & Andersen, P. A. (2011). The diffusion of environmental sustainability innovations in North American hotels and ski resorts. Journal of Sustainable Tourism, 19(2), 171–196. https://doi.org/10.1080/09669582.2010.517316
- Shin, H., & Baek, S. (2023). Unequal diffusion of innovation: Focusing on the digital divide in using smartphones for travel. Journal of Hospitality and Tourism Management, 55, 277–281. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2023.04.009
- Ukpabi, D. C., & Karjaluoto, H. (2017). Consumers' acceptance of information and communications technology in tourism: A review. Telematics and Informatics, 34(5), 618–644. https://doi.org/10.1016/j.tele.2016.12.002