Grand TeoriPsikologi Organisasi & SDM

JD-R

Job Demands-Resources Model

Model JD-R menjelaskan kesejahteraan kerja melalui keseimbangan tuntutan kerja dan sumber daya kerja. Banyak digunakan untuk meneliti burnout, keterikatan kerja, dan kinerja karyawan hotel.

Pencetus

Evangelia Demerouti, Arnold B. Bakker, dkk.

Tahun

2001, 2007

Sumber Primer

Demerouti, E., Bakker, A. B., Nachreiner, F., & Schaufeli, W. B. (2001). The job demands-resources model of burnout. Journal of Applied Psychology, 86(3), 499–512.

Deskripsi Teori

Job Demands-Resources (JD-R) Model dikembangkan oleh Demerouti, Bakker, dkk. (2001) dan diperluas oleh Bakker & Demerouti (2007). Model ini menyatakan bahwa setiap pekerjaan memiliki dua kategori karakteristik: tuntutan kerja (job demands) dan sumber daya kerja (job resources), yang memicu dua proses berbeda: proses pelemahan kesehatan (health impairment) dan proses motivasional.

"Job demands trigger a health-impairment process leading to burnout, while job resources trigger a motivational process leading to work engagement." — diadaptasi dari Bakker & Demerouti (2007)

Dalam perhotelan yang menuntut emosi dan stamina tinggi, JD-R menjadi salah satu kerangka paling dikenal untuk menjelaskan burnout, keterikatan kerja (work engagement), dan kinerja karyawan.


Asumsi Dasar JD-R

  1. Dualitas karakteristik kerja: Semua pekerjaan terdiri atas tuntutan dan sumber daya.
  2. Dua proses paralel: Tuntutan → strain/burnout; sumber daya → motivasi/engagement.
  3. Interaksi tuntutan × sumber daya: Sumber daya menyangga (buffer) dampak negatif tuntutan.
  4. Sumber daya memicu motivasi: Sumber daya kerja mendorong keterikatan, terutama saat tuntutan tinggi.

Komponen Utama JD-R

1. Tuntutan Kerja (Job Demands)

Aspek yang menguras energi: beban kerja, tekanan waktu, kerja emosional, konflik peran.

2. Sumber Daya Kerja (Job Resources)

Aspek yang mendukung pencapaian tujuan: otonomi, dukungan rekan/atasan, umpan balik, peluang berkembang.

3. Proses Pelemahan Kesehatan (Health Impairment)

Tuntutan tinggi → kelelahan → burnout → gangguan kesehatan & kinerja.

4. Proses Motivasional

Sumber daya memadai → work engagement → kinerja, OCB, loyalitas.


Model JD-R (Konteks Perhotelan)

Tuntutan kerja  ──►  Strain / Burnout  ──►  ↓ Kinerja, niat keluar
   (beban, emosi)         ▲
                          │ (buffer)
Sumber daya kerja  ──────►──►  Work engagement  ──►  ↑ Kinerja, OCB
   (otonomi, dukungan)

Penggunaan JD-R dalam Penelitian Hotel & Pariwisata

Sebagai Teori Utama

  • Menjelaskan burnout akibat tuntutan kerja perhotelan
  • Mengkaji work engagement & kinerja melalui sumber daya kerja

Sebagai Teori Pendukung

  • Dipadukan dengan COR (sumber daya sebagai inti kedua teori)
  • Dipadukan dengan SDT (sumber daya memenuhi kebutuhan psikologis)

Jenis Penelitian yang Cocok

  • Kuantitatif Kausalitas (SEM/PLS): uji dua jalur (burnout & engagement) dan efek moderasi
  • Studi longitudinal/diary: dinamika tuntutan-sumber daya antar waktu
  • Multilevel: sumber daya tingkat tim/organisasi terhadap individu

Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata

KonteksTuntutan KerjaSumber Daya KerjaDependen
Karyawan hotelBeban kerja, kerja emosionalDukungan atasanBurnout
Front officeKonflik peranOtonomi & umpan balikWork engagement
RestoranTekanan waktuPeluang berkembangKinerja layanan
Staf musimanKetidakamanan kerjaDukungan rekanNiat keluar

Kritik & Keterbatasan JD-R

  1. Klasifikasi tuntutan/sumber daya tidak selalu tegas — suatu faktor bisa berperan ganda (challenge vs hindrance demands).
  2. Dominasi desain cross-sectional — klaim kausal sering lemah tanpa data longitudinal.
  3. Heuristik, bukan teori ketat — JD-R bersifat fleksibel sehingga sulit difalsifikasi.
  4. Konteks budaya — bobot sumber daya berbeda antar budaya kerja.

Respons terhadap Kritik

Pengembangan challenge–hindrance framework memperjelas tipe tuntutan, dan integrasi dengan COR memperkuat dasar teoretis tentang peran sumber daya. Studi multi-gelombang makin banyak digunakan untuk menguji kausalitas.


Penelitian Menggunakan JD-R di Bidang Hotel & Pariwisata

  • Burnout karyawan garis depan: tuntutan emosional dan kelelahan
  • Work engagement: peran otonomi dan dukungan terhadap keterikatan kerja
  • Kinerja layanan: jalur motivasional menuju kualitas layanan dan OCB
  • Retensi: sumber daya kerja sebagai penyangga niat keluar

Referensi Primer & Kunci

  1. Demerouti, E., Bakker, A. B., Nachreiner, F., & Schaufeli, W. B. (2001). The job demands-resources model of burnout. Journal of Applied Psychology, 86(3), 499–512. https://doi.org/10.1037/0021-9010.86.3.499 (Sumber asli — wajib dikutip)
  2. Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands-resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328. https://doi.org/10.1108/02683940710733115
  3. Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2004). Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: A multi-sample study. Journal of Organizational Behavior, 25(3), 293–315. https://doi.org/10.1002/job.248
  4. Tinjauan sistematis kesejahteraan karyawan (2024). Employee well-being in the hospitality industry: A systematic literature review. International Journal of Hospitality Management, 122, 103880. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2024.103880

Gunakan Teori Ini dengan Tepat

Review AI TourAcad mengevaluasi apakah Anda menggunakan teori ini secara benar dan konsisten dalam proposal.

Mulai Review Gratis