Grand TeoriManajemen Strategik

RBV

Resource-Based View

RBV menjelaskan keunggulan kompetitif perusahaan melalui sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tak tergantikan (VRIN). Banyak digunakan untuk meneliti kinerja dan strategi hotel.

Pencetus

Birger Wernerfelt; Jay B. Barney

Tahun

1984, 1991

Sumber Primer

Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120.

Deskripsi Teori

Resource-Based View (RBV) dirintis oleh Wernerfelt (1984) dan diformalkan oleh Barney (1991). RBV menyatakan bahwa keunggulan kompetitif berkelanjutan perusahaan bersumber dari sumber daya dan kapabilitas internal yang memenuhi kriteria VRIN: Valuable, Rare, Inimitable, Non-substitutable (bernilai, langka, sulit ditiru, tak tergantikan).

"Sustained competitive advantage derives from resources that are valuable, rare, imperfectly imitable, and non-substitutable." — diadaptasi dari Barney (1991)

Dalam perhotelan, RBV (bersama dynamic capabilities) banyak diterapkan untuk menjelaskan kinerja hotel, keunggulan bersaing, transformasi digital, dan strategi SDM (SHRM).


Asumsi Dasar RBV

  1. Heterogenitas sumber daya: Perusahaan berbeda dalam kepemilikan sumber daya.
  2. Imobilitas sumber daya: Sumber daya tertentu sulit dipindahkan/ditiru antar perusahaan.
  3. Sumber daya = sumber keunggulan: Keunggulan bersaing berasal dari dalam, bukan hanya posisi pasar.
  4. Kriteria VRIN: Hanya sumber daya VRIN yang menghasilkan keunggulan berkelanjutan.

Komponen Utama RBV

1. Sumber Daya (Resources)

  • Berwujud: lokasi, properti, fasilitas, teknologi
  • Tak berwujud: merek, reputasi, pengetahuan, budaya organisasi
  • Manusia: keterampilan & keahlian karyawan (modal manusia)

2. Kapabilitas (Capabilities)

Kemampuan mengorganisasi dan mengeksploitasi sumber daya (mis. kapabilitas pemasaran, inovasi).

3. Kriteria VRIN

  • Valuable: memungkinkan strategi peningkatan efisiensi/efektivitas
  • Rare: tidak dimiliki banyak pesaing
  • Inimitable: sulit ditiru (ambiguitas kausal, kompleksitas sosial)
  • Non-substitutable: tidak ada pengganti setara

4. Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan

Hasil akhir: kinerja superior yang bertahan lama.


Model RBV (Konteks Perhotelan)

Sumber daya & kapabilitas  ──(uji VRIN)──►  Keunggulan kompetitif  ──►  Kinerja
(merek, lokasi, SDM, IT)                     berkelanjutan               hotel superior

Penggunaan RBV dalam Penelitian Hotel & Pariwisata

Sebagai Teori Utama

  • Menjelaskan kinerja & keunggulan bersaing hotel dari sumber daya internal
  • Mengkaji SHRM, kapabilitas inovasi, dan transformasi digital

Sebagai Teori Pendukung

  • Dipadukan dengan Dynamic Capabilities untuk lingkungan yang berubah cepat
  • Dipadukan dengan Natural-RBV untuk keunggulan berbasis keberlanjutan

Jenis Penelitian yang Cocok

  • Kuantitatif Kausalitas (SEM/PLS): sumber daya/kapabilitas → keunggulan → kinerja
  • Studi kasus kualitatif: identifikasi sumber daya VRIN spesifik hotel
  • Kuantitatif Deskriptif: pemetaan kapabilitas strategis perusahaan perhotelan

Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata

KonteksSumber Daya/KapabilitasMediasiDependen
Hotel brandedEkuitas merek korporatDiferensiasiKinerja hotel
Transformasi digitalKapabilitas IT & SDMInovasi layananKeunggulan bersaing
Hotel keluarga/SMEModal manusia & jejaringMobilisasi sumber dayaPertumbuhan
Hotel hijauSumber daya lingkungan (NRBV)Reputasi keberlanjutanLoyalitas & kinerja

Kritik & Keterbatasan RBV

  1. Statis — kurang menjelaskan bagaimana sumber daya berkembang di lingkungan dinamis (melahirkan dynamic capabilities).
  2. Tautologi — kriteria VRIN dikritik melingkar (sumber daya bernilai karena menghasilkan keunggulan, dan sebaliknya).
  3. Sulit dioperasionalkan — mengukur "kelangkaan" dan "ketiruan" secara empiris menantang.
  4. Abai konteks eksternal — kurang memperhatikan faktor pasar/industri (berbeda dari pandangan posisi-pasar Porter).

Respons terhadap Kritik

Pengembangan Dynamic Capabilities (Teece dkk.) menambah dimensi adaptasi, dan Natural-RBV (Hart) memasukkan dimensi lingkungan. Dalam perhotelan, integrasi RBV–dynamic capabilities kini menjadi pendekatan dominan untuk menjelaskan kinerja di era digital dan keberlanjutan.


Penelitian Menggunakan RBV di Bidang Hotel & Pariwisata

  • Kinerja hotel: sumber daya & kapabilitas sebagai penentu kinerja superior
  • Merek korporat: ekuitas merek sebagai sumber daya tak berwujud (perspektif RBV)
  • Transformasi digital: kapabilitas IT untuk keunggulan bersaing hotel
  • SHRM: praktik SDM sebagai sumber keunggulan kompetitif di industri hotel internasional

Referensi Primer & Kunci

  1. Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120. https://doi.org/10.1177/014920639101700108 (Sumber utama RBV — wajib dikutip)
  2. Wernerfelt, B. (1984). A resource-based view of the firm. Strategic Management Journal, 5(2), 171–180. https://doi.org/10.1002/smj.4250050207
  3. Božič, V., & Knežević Cvelbar, L. (2016). Resources and capabilities driving performance in the hotel industry. Tourism and Hospitality Management, 22(2), 225–246. https://doi.org/10.20867/thm.22.2.5
  4. Hart, S. L. (1995). A natural-resource-based view of the firm. Academy of Management Review, 20(4), 986–1014. https://doi.org/10.5465/amr.1995.9512280033

Gunakan Teori Ini dengan Tepat

Review AI TourAcad mengevaluasi apakah Anda menggunakan teori ini secara benar dan konsisten dalam proposal.

Mulai Review Gratis