Deskripsi Teori
Social Identity Theory (SIT) dikembangkan oleh Tajfel & Turner (1979) untuk menjelaskan bagaimana keanggotaan dalam kelompok sosial membentuk konsep diri seseorang dan memengaruhi perilaku antar-kelompok. Individu mengkategorikan diri ke dalam kelompok (in-group) dan membandingkannya dengan kelompok lain (out-group), yang menumbuhkan identitas, kebanggaan, dan kadang bias.
"A person's sense of who they are is based on their group membership(s)." — diadaptasi dari Tajfel & Turner (1979)
Dalam pariwisata, SIT menjelaskan sikap masyarakat tuan rumah terhadap wisatawan, identitas tempat (place identity) penduduk, interaksi wisatawan–penduduk, serta identifikasi karyawan dengan organisasi/merek hotel.
Asumsi Dasar SIT
- Kategorisasi sosial: Individu mengelompokkan diri dan orang lain ke dalam kategori sosial.
- Identifikasi sosial: Konsep diri sebagian berasal dari keanggotaan kelompok.
- Perbandingan sosial: Kelompok membandingkan diri untuk menjaga harga diri positif.
- Bias in-group: Kecenderungan menilai kelompok sendiri lebih positif.
Komponen Utama SIT
1. Kategorisasi Sosial (Social Categorization)
Pengelompokan "kami" (penduduk lokal) vs "mereka" (wisatawan/pendatang).
2. Identifikasi Sosial (Social Identification)
Sejauh mana individu mengidentifikasi diri dengan kelompok/tempatnya (place identity).
3. Perbandingan Sosial (Social Comparison)
Evaluasi posisi kelompok sendiri relatif terhadap kelompok lain.
4. Distinctiveness & Self-esteem
Kebutuhan menjaga keunikan dan harga diri kelompok — memengaruhi dukungan/penolakan pariwisata.
Model SIT (Konteks Pariwisata)
Kategorisasi → Identifikasi → Perbandingan → Sikap & perilaku
(penduduk vs dengan tempat/ sosial (dukungan/advokasi
wisatawan) komunitas (in vs out-group) atau konflik)
Penggunaan SIT dalam Penelitian Hotel & Pariwisata
Sebagai Teori Utama
- Menjelaskan sikap & advokasi penduduk terhadap pariwisata melalui identitas
- Mengkaji konflik wisatawan–penduduk dan stereotip antar-kelompok
Sebagai Teori Pendukung
- Dipadukan dengan Social Exchange Theory (manfaat-biaya + identitas) — Nunkoo & Gursoy (2012)
- Dasar untuk value identification theory dalam CSR/ESG perhotelan
Jenis Penelitian yang Cocok
- Kuantitatif Kausalitas (SEM/PLS): identitas tempat → sikap → dukungan
- Kualitatif: menggali makna identitas komunitas dalam menghadapi pariwisata
- Mixed Methods: survei identitas + wawancara konflik sosial
Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata
| Konteks | Variabel Independen | Mediasi | Dependen |
|---|---|---|---|
| Desa wisata | Place identity, keterlibatan | Sikap | Advokasi pariwisata |
| Destinasi padat | Identifikasi komunitas | Persepsi ancaman | Sikap terhadap wisatawan |
| Karyawan hotel | Identifikasi organisasi/merek | Kebanggaan | Brand-aligned behavior |
| Interaksi host–guest | Stereotip antar-kelompok | Emosi | Niat berinteraksi |
Kritik & Keterbatasan SIT
- Batas kelompok cair — dalam pariwisata, batas "tuan rumah" dan "tamu" sering kabur (mis. pekerja migran).
- Determinisme kelompok — risiko mengabaikan agensi individu.
- Kompleks diukur — identitas sosial multidimensi sulit dioperasionalkan secara tunggal.
- Konteks dinamis — identitas berubah seiring perkembangan destinasi.
Respons terhadap Kritik
Peneliti memadukan SIT dengan place identity theory dan emotional solidarity untuk menangkap kedekatan emosional, dan menggunakan SIT bersama SET (Nunkoo & Gursoy, 2012) untuk model dukungan masyarakat yang lebih komprehensif.
Penelitian Menggunakan SIT di Bidang Hotel & Pariwisata
- Dukungan & advokasi penduduk: identitas tempat sebagai pendorong dukungan pariwisata
- Konflik & stereotip: hubungan stereotip–emosi–niat interaksi antara penduduk dan wisatawan
- CSR/ESG perhotelan: identifikasi nilai karyawan dengan organisasi
- Branding internal hotel: identifikasi karyawan terhadap merek dan perilaku selaras merek
Referensi Primer & Kunci
- Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The Social Psychology of Intergroup Relations (pp. 33–47). Monterey, CA: Brooks/Cole. (Sumber asli — wajib dikutip)
- Nunkoo, R., & Gursoy, D. (2012). Residents' support for tourism: An identity perspective. Annals of Tourism Research, 39(1), 243–268. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.05.006
- Palmer, A., Koenig-Lewis, N., & Jones, L. E. M. (2013). The effects of residents' social identity and involvement on their advocacy of incoming tourism. Tourism Management, 38, 142–151. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2013.02.019
- Hsu, C. H. C., Fan, D. X. F., Chen, N., & Zhang, S. (2025). The stereotype-emotion-interaction relationship: A tourist-resident dual perspective. Journal of Travel Research. https://doi.org/10.1177/00472875251406539