Grand TeoriPsikologi Sosial

SIT

Social Identity Theory

Social Identity Theory menjelaskan bagaimana keanggotaan kelompok membentuk konsep diri dan perilaku antar-kelompok. Relevan untuk sikap masyarakat tuan rumah, identitas tempat, dan interaksi wisatawan–penduduk.

Pencetus

Henri Tajfel & John C. Turner

Tahun

1979

Sumber Primer

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The Social Psychology of Intergroup Relations (pp. 33–47). Monterey, CA: Brooks/Cole.

Deskripsi Teori

Social Identity Theory (SIT) dikembangkan oleh Tajfel & Turner (1979) untuk menjelaskan bagaimana keanggotaan dalam kelompok sosial membentuk konsep diri seseorang dan memengaruhi perilaku antar-kelompok. Individu mengkategorikan diri ke dalam kelompok (in-group) dan membandingkannya dengan kelompok lain (out-group), yang menumbuhkan identitas, kebanggaan, dan kadang bias.

"A person's sense of who they are is based on their group membership(s)." — diadaptasi dari Tajfel & Turner (1979)

Dalam pariwisata, SIT menjelaskan sikap masyarakat tuan rumah terhadap wisatawan, identitas tempat (place identity) penduduk, interaksi wisatawan–penduduk, serta identifikasi karyawan dengan organisasi/merek hotel.


Asumsi Dasar SIT

  1. Kategorisasi sosial: Individu mengelompokkan diri dan orang lain ke dalam kategori sosial.
  2. Identifikasi sosial: Konsep diri sebagian berasal dari keanggotaan kelompok.
  3. Perbandingan sosial: Kelompok membandingkan diri untuk menjaga harga diri positif.
  4. Bias in-group: Kecenderungan menilai kelompok sendiri lebih positif.

Komponen Utama SIT

1. Kategorisasi Sosial (Social Categorization)

Pengelompokan "kami" (penduduk lokal) vs "mereka" (wisatawan/pendatang).

2. Identifikasi Sosial (Social Identification)

Sejauh mana individu mengidentifikasi diri dengan kelompok/tempatnya (place identity).

3. Perbandingan Sosial (Social Comparison)

Evaluasi posisi kelompok sendiri relatif terhadap kelompok lain.

4. Distinctiveness & Self-esteem

Kebutuhan menjaga keunikan dan harga diri kelompok — memengaruhi dukungan/penolakan pariwisata.


Model SIT (Konteks Pariwisata)

Kategorisasi      →  Identifikasi      →  Perbandingan   →  Sikap & perilaku
(penduduk vs         dengan tempat/       sosial             (dukungan/advokasi
 wisatawan)          komunitas            (in vs out-group)   atau konflik)

Penggunaan SIT dalam Penelitian Hotel & Pariwisata

Sebagai Teori Utama

  • Menjelaskan sikap & advokasi penduduk terhadap pariwisata melalui identitas
  • Mengkaji konflik wisatawan–penduduk dan stereotip antar-kelompok

Sebagai Teori Pendukung

  • Dipadukan dengan Social Exchange Theory (manfaat-biaya + identitas) — Nunkoo & Gursoy (2012)
  • Dasar untuk value identification theory dalam CSR/ESG perhotelan

Jenis Penelitian yang Cocok

  • Kuantitatif Kausalitas (SEM/PLS): identitas tempat → sikap → dukungan
  • Kualitatif: menggali makna identitas komunitas dalam menghadapi pariwisata
  • Mixed Methods: survei identitas + wawancara konflik sosial

Contoh Variabel Turunan di Konteks Hotel & Pariwisata

KonteksVariabel IndependenMediasiDependen
Desa wisataPlace identity, keterlibatanSikapAdvokasi pariwisata
Destinasi padatIdentifikasi komunitasPersepsi ancamanSikap terhadap wisatawan
Karyawan hotelIdentifikasi organisasi/merekKebanggaanBrand-aligned behavior
Interaksi host–guestStereotip antar-kelompokEmosiNiat berinteraksi

Kritik & Keterbatasan SIT

  1. Batas kelompok cair — dalam pariwisata, batas "tuan rumah" dan "tamu" sering kabur (mis. pekerja migran).
  2. Determinisme kelompok — risiko mengabaikan agensi individu.
  3. Kompleks diukur — identitas sosial multidimensi sulit dioperasionalkan secara tunggal.
  4. Konteks dinamis — identitas berubah seiring perkembangan destinasi.

Respons terhadap Kritik

Peneliti memadukan SIT dengan place identity theory dan emotional solidarity untuk menangkap kedekatan emosional, dan menggunakan SIT bersama SET (Nunkoo & Gursoy, 2012) untuk model dukungan masyarakat yang lebih komprehensif.


Penelitian Menggunakan SIT di Bidang Hotel & Pariwisata

  • Dukungan & advokasi penduduk: identitas tempat sebagai pendorong dukungan pariwisata
  • Konflik & stereotip: hubungan stereotip–emosi–niat interaksi antara penduduk dan wisatawan
  • CSR/ESG perhotelan: identifikasi nilai karyawan dengan organisasi
  • Branding internal hotel: identifikasi karyawan terhadap merek dan perilaku selaras merek

Referensi Primer & Kunci

  1. Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The Social Psychology of Intergroup Relations (pp. 33–47). Monterey, CA: Brooks/Cole. (Sumber asli — wajib dikutip)
  2. Nunkoo, R., & Gursoy, D. (2012). Residents' support for tourism: An identity perspective. Annals of Tourism Research, 39(1), 243–268. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.05.006
  3. Palmer, A., Koenig-Lewis, N., & Jones, L. E. M. (2013). The effects of residents' social identity and involvement on their advocacy of incoming tourism. Tourism Management, 38, 142–151. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2013.02.019
  4. Hsu, C. H. C., Fan, D. X. F., Chen, N., & Zhang, S. (2025). The stereotype-emotion-interaction relationship: A tourist-resident dual perspective. Journal of Travel Research. https://doi.org/10.1177/00472875251406539

Gunakan Teori Ini dengan Tepat

Review AI TourAcad mengevaluasi apakah Anda menggunakan teori ini secara benar dan konsisten dalam proposal.

Mulai Review Gratis