Deskripsi Teori
SERVQUAL dikembangkan oleh A. Parasuraman, Valarie A. Zeithaml, dan Leonard L. Berry melalui serangkaian studi kualitatif dan kuantitatif dari tahun 1983 hingga 1988. Model ini lahir dari ketiadaan instrumen yang valid dan andal untuk mengukur kualitas layanan di sektor jasa.
SERVQUAL mendefinisikan kualitas layanan sebagai:
"The consumer's judgment about the overall excellence or superiority of a service" (Parasuraman et al., 1988, hlm. 15)
Lebih spesifik, kualitas layanan adalah kesenjangan (gap) antara ekspektasi konsumen terhadap layanan dan persepsi aktual yang diterima setelah menggunakan layanan tersebut.
Model Gap SERVQUAL
Parasuraman et al. (1985) mengidentifikasi 5 gap yang menyebabkan kualitas layanan yang buruk:
| Gap | Deskripsi |
|---|---|
| Gap 1 | Antara ekspektasi konsumen dan persepsi manajemen tentang ekspektasi tersebut |
| Gap 2 | Antara persepsi manajemen dan spesifikasi kualitas layanan yang ditetapkan |
| Gap 3 | Antara spesifikasi kualitas dan layanan yang benar-benar disampaikan |
| Gap 4 | Antara layanan yang disampaikan dan komunikasi eksternal ke konsumen |
| Gap 5 | Antara ekspektasi konsumen dan persepsi aktual (ini yang diukur SERVQUAL) |
Gap 5 = Perceived Service − Expected Service
Lima Dimensi SERVQUAL (RATER)
1. Tangibles — Bukti Fisik (Dimensi Kasat Mata)
"Physical facilities, equipment, and appearance of personnel"
Mencakup: kondisi bangunan hotel, kebersihan kamar, penampilan seragam karyawan, kualitas fasilitas fisik (kolam renang, gym, restoran), material dan peralatan yang digunakan.
Contoh indikator:
- Hotel memiliki fasilitas fisik yang modern dan menarik
- Penampilan karyawan rapi dan profesional
- Fasilitas hotel bersih dan terawat
2. Reliability — Keandalan
"Ability to perform the promised service dependably and accurately"
Mencakup: ketepatan waktu layanan, konsistensi layanan, keakuratan tagihan, pemenuhan janji kepada tamu.
Contoh indikator:
- Hotel melaksanakan layanan sesuai yang dijanjikan
- Hotel dapat diandalkan dalam menangani masalah tamu
- Hotel menyampaikan layanan tepat waktu
3. Responsiveness — Daya Tanggap
"Willingness to help customers and provide prompt service"
Mencakup: kecepatan respons karyawan, kesediaan membantu, kemampuan menangani permintaan khusus dengan cepat.
Contoh indikator:
- Karyawan memberitahu tamu kapan layanan akan diberikan
- Karyawan memberikan layanan yang cepat
- Karyawan selalu bersedia membantu tamu
4. Assurance — Jaminan
"Knowledge and courtesy of employees and their ability to inspire trust and confidence"
Mencakup: kompetensi karyawan, keramahan, kepercayaan terhadap karyawan, rasa aman.
Contoh indikator:
- Perilaku karyawan menumbuhkan kepercayaan tamu
- Tamu merasa aman selama menginap
- Karyawan selalu sopan dan ramah
- Karyawan memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjawab pertanyaan tamu
5. Empathy — Empati
"Caring, individualized attention the firm provides its customers"
Mencakup: perhatian personal kepada tamu, pemahaman terhadap kebutuhan spesifik tamu, jam operasional yang nyaman.
Contoh indikator:
- Hotel memberikan perhatian personal kepada setiap tamu
- Karyawan memahami kebutuhan spesifik tamu
- Hotel beroperasi pada jam yang nyaman bagi tamu
- Karyawan peduli terhadap kepentingan terbaik tamu
Instrumen Pengukuran SERVQUAL
SERVQUAL menggunakan skala Likert dengan dua set pernyataan:
- Set E (Expectations): "Seharusnya hotel yang baik memiliki..." — mengukur standar ideal
- Set P (Perceptions): "Hotel X memiliki..." — mengukur persepsi aktual
Skor SERVQUAL = P − E (per item dan per dimensi)
Distribusi item asli:
- Tangibles: 4 item (E) + 4 item (P)
- Reliability: 5 item (E) + 5 item (P)
- Responsiveness: 4 item (E) + 4 item (P)
- Assurance: 4 item (E) + 4 item (P)
- Empathy: 5 item (E) + 5 item (P)
- Total: 44 item (22 ekspektasi + 22 persepsi)
Modifikasi yang Umum Digunakan
Banyak penelitian hanya menggunakan set P (Persepsi) saja, mengabaikan pengukuran ekspektasi. Pendekatan ini disebut SERVPERF (Cronin & Taylor, 1992) dan terbukti lebih valid secara psikometrik dalam beberapa konteks.
Jika Anda menggunakan SERVPERF, sebutkan secara eksplisit bahwa Anda mengadopsi pendekatan persepsi-only, bukan gap measurement.
Penggunaan dalam Penelitian Hotel
Sebagai Teori Utama
- Variabel independen: 5 dimensi SERVQUAL (atau subsetnya)
- Variabel dependen: Kepuasan tamu, loyalitas, word-of-mouth, revisit intention
Sebagai Variabel Tunggal (Deskriptif)
- Mengukur dan mendeskripsikan tingkat kualitas layanan di satu hotel
- Mengidentifikasi dimensi mana yang paling dan paling kurang memuaskan
Dikombinasikan dengan Teori Lain
| Kombinasi | Konteks |
|---|---|
| SERVQUAL + Oliver (1980) | Service quality → Satisfaction → Loyalty |
| SERVQUAL + TAM | Service quality persepsi tamu terhadap layanan digital hotel |
| SERVQUAL + TPB | Bagaimana kualitas layanan mempengaruhi niat revisit |
Kritik & Keterbatasan
- Pengukuran gap sulit (Cronin & Taylor, 1992): Pengukuran ekspektasi sebelum dan sesudah layanan secara bersamaan dalam satu kuesioner tidak valid secara psikometrik
- Dimensi tidak universal (Babakus & Boller, 1992): 5 dimensi mungkin tidak berlaku untuk semua jenis layanan atau budaya
- Masalah reliabilitas item (Buttle, 1996): Beberapa item cenderung ambigu ketika diterapkan di berbagai sektor
- Tidak memperhitungkan faktor hedonis (Ladhari, 2009): Dalam konteks hotel mewah, faktor emosional dan estetika mungkin lebih penting dari kelima dimensi fungsional SERVQUAL
Adaptasi untuk Konteks Spesifik
Penelitian hotel sering memodifikasi SERVQUAL dengan menambahkan dimensi yang relevan, seperti:
- Security (untuk resort atau hotel casino)
- Food & Beverage Quality (untuk hotel dengan F&B signifikan)
- Digital Service (untuk hotel yang mengandalkan aplikasi dan self-service)
Referensi
- Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1985). A conceptual model of service quality and its implications for future research. Journal of Marketing, 49(4), 41–50. (Artikel fondasi — 5 gap model)
- Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40. (Instrumen SERVQUAL — wajib dikutip)
- Parasuraman, A., Berry, L. L., & Zeithaml, V. A. (1991). Refinement and reassessment of the SERVQUAL scale. Journal of Retailing, 67(4), 420–450. (Revisi dan penyempurnaan SERVQUAL)
- Cronin, J. J., & Taylor, S. A. (1992). Measuring service quality: A reexamination and extension. Journal of Marketing, 56(3), 55–68. (Kritik dan SERVPERF)
- Ladhari, R. (2009). A review of twenty years of SERVQUAL research. International Journal of Quality and Service Sciences, 1(2), 172–198. (Review komprehensif 20 tahun SERVQUAL)