BerandaMetodologiCara Memilih Teknik Sampling dan Analisis Statistik untuk Skripsi
Kembali ke Beranda
Metodologi PenelitianKuantitatif

Cara Memilih Teknik Sampling dan Analisis Statistik untuk Skripsi

Panduan sederhana untuk mahasiswa S1/D4: cara memilih teknik sampling yang tepat, menentukan ukuran sampel, dan memilih teknik analisis statistik yang sesuai dengan tujuan penelitian dan jenis data.

Referensi Utama Ahmed (2024); Zrineh et al. (2026); Kim et al. (2024); Serdar et al. (2021)

Kenapa Memilih Sampel & Teknik Statistik yang Tepat Itu Penting

Dua kesalahan paling sering ditemukan di BAB III skripsi kuantitatif: (1) teknik sampling dipilih asal tanpa justifikasi, dan (2) teknik analisis statistik dipilih karena "biasanya dipakai orang lain", bukan karena benar-benar sesuai dengan data dan tujuan penelitian. Padahal, dua keputusan ini menentukan apakah kesimpulan penelitian Anda valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah — bukan cuma soal "supaya BAB III kelihatan lengkap" (Ahmed, 2024).


Dua Jenis Teknik Sampling

JenisCiri UtamaKapan Cocok Dipakai
Probability SamplingSetiap anggota populasi punya peluang diketahui dan tidak nol untuk terpilih — dipilih secara acakSaat Anda butuh hasil yang bisa digeneralisasi ke seluruh populasi
Non-Probability SamplingPemilihan sampel tidak acak, berdasarkan pertimbangan tertentu (kemudahan akses, kriteria khusus)Saat populasi sulit didaftar lengkap, atau penelitian bersifat eksploratif/kelompok spesifik

Probability sampling lebih disukai kalau tujuan Anda adalah menggeneralisasi temuan ke populasi yang lebih luas, karena meminimalkan bias pemilihan sampel (Zrineh, Al-Usta, & Alwawi, 2026). Tapi non-probability sampling bukan berarti "salah" — untuk penelitian pada kelompok yang sulit diakses secara acak (misalnya komunitas atau segmen pelanggan spesifik), non-probability sampling tetap sah dipakai asal disadari keterbatasannya pada generalisasi hasil (Turban et al., 2023).


Jenis-Jenis Teknik Sampling (Probability & Non-Probability)

JenisTeknikCara KerjaSesuai Ketika
ProbabilitySimple Random SamplingSemua anggota populasi punya peluang sama terpilihKerangka sampling tersedia, populasi relatif homogen
ProbabilitySystematic SamplingInterval tetap dari titik acak awalPopulasi terdaftar berurutan, tanpa pola periodik yang bentrok interval
ProbabilityStratified SamplingPopulasi dibagi strata, sampel diambil tiap strataAda subkelompok berbeda karakteristik yang perlu terwakili
ProbabilityCluster SamplingKlaster dipilih acak lalu diteliti utuhPopulasi tersebar geografis/organisasi
Non-ProbabilityPurposive SamplingKriteria spesifik ditetapkan penelitiPerlu responden dengan karakteristik/pengetahuan spesifik
Non-ProbabilityConvenience SamplingBerdasarkan kemudahan aksesKeterbatasan sumber daya, tahap eksploratif
Non-ProbabilitySnowball SamplingResponden merekomendasikan responden lainPopulasi tersembunyi/sulit diidentifikasi
Non-ProbabilityQuota SamplingKuota per kategori ditetapkan, diisi non-acakPerlu proporsi kategori tanpa kerangka sampling lengkap

Stratified sampling terutama berguna kalau populasi Anda punya subkelompok yang cukup berbeda karakteristiknya (misalnya karyawan front office vs housekeeping) — hasil estimasinya lebih akurat dibanding simple random sampling murni. Non-probability sampling (purposive/convenience/snowball/quota) tetap sah kalau kerangka sampling lengkap tidak tersedia atau populasi sulit diidentifikasi — asal disadari batasan generalisasinya (lihat bagian "Kesalahan Umum" di bawah).


Menentukan Ukuran Sampel yang Tepat

Ukuran sampel yang terlalu kecil membuat hasil penelitian tidak bisa dipercaya (berisiko gagal mendeteksi hubungan/pengaruh yang sebenarnya ada — disebut Type II error). Ukuran sampel yang terlalu besar membuang waktu dan biaya tanpa manfaat tambahan yang berarti (Serdar, Cihan, Yücel, & Serdar, 2021).

Faktor yang perlu dipertimbangkan saat menentukan ukuran sampel:

  • Ukuran populasi — populasi besar butuh rumus penghitungan sampel (Slovin, Krejcie-Morgan) atau software (G*Power)
  • Tingkat kepercayaan yang diinginkan (umumnya 95%)
  • Margin of error yang bisa diterima (umumnya 5%)
  • Perkiraan besar efek/hubungan yang ingin dideteksi — efek yang kecil butuh sampel lebih besar untuk terdeteksi secara statistik

Sample size bukan keputusan satu kali di awal — idealnya direncanakan lewat power analysis sebelum turun lapangan, bukan ditentukan asal-asalan setelah data terkumpul (Serdar et al., 2021; Burmeister & Aitken, 2012).

Pendekatan Menghitung Ukuran Sampel

Bukan soal pendekatan mana yang "lebih benar" — tapi apakah pendekatan yang dipilih cocok dengan estimand (apa yang sebenarnya ingin diestimasi) penelitian Anda. Slovin dan Krejcie-Morgan diturunkan khusus untuk estimasi proporsi populasi; kalau penelitian Anda menguji perbedaan rata-rata atau pengaruh antar variabel, rule of thumb regresi atau power analysis lebih sesuai (Tejada & Punzalan, 2012).

PendekatanSesuai untuk EstimandKeterbatasan
Slovin (n = N/(1+Ne²))Estimasi PROPORSI populasi terhingga, tingkat kepercayaan 95%Merupakan kasus khusus rumus Cochran dengan z≈2 (kepercayaan 95%) dan p=0.5. Konsekuensi: (a) hanya sah untuk estimasi proporsi, bukan mean; (b) tingkat kepercayaan terkunci di 95%; (c) bila proporsi sebenarnya jauh dari 0.5, hasilnya lebih besar dari yang diperlukan. Memakainya untuk estimasi mean secara implisit mengasumsikan varians populasi 0.25 — praktis tidak realistis. Tidak ada penulis bernama Slovin yang dapat diidentifikasi; rujukan tertua yang memuatnya adalah Yamane (1967).
Krejcie-Morgan (1970)Estimasi proporsi populasi terhingga dengan presisi tertentuBerbasis tabel dengan asumsi tetap: proporsi populasi 0.5 (varians maksimum) dan kepercayaan 95% — asumsi ini sering tidak disadari pemakainya.
Cochran (1977)Estimasi proporsi maupun mean, dengan kepercayaan dan varians yang dapat ditentukan sendiriMenuntut estimasi varians/proporsi populasi awal. Ini rumus induk yang darinya Slovin dan Krejcie-Morgan diturunkan sebagai kasus khusus.
Rule of thumb regresi (mis. 50 + 8k)Perencanaan kasar regresi berganda saat informasi effect size belum tersediaHeuristik. Hasilnya titik awal, BUKAN bukti kecukupan sampel. Jangan diperlakukan sebagai ambang lulus.
Power analysis (mis. G*Power)Penelitian menguji hipotesis dan effect size dapat diestimasi dari literatur/pilotMenuntut estimasi effect size yang sering tidak tersedia untuk topik baru; hasil sangat sensitif terhadap estimasi tersebut.

Cara Memilih Teknik Analisis Statistik

Banyak mahasiswa memilih teknik statistik terakhir — setelah data terkumpul — padahal seharusnya direncanakan sejak BAB III disusun. Berikut empat pertanyaan yang menentukan teknik mana yang tepat (Kim, Kim, & Kwak, 2024; Ginn & Campbell-Cooper, 2025):

  1. Apa tujuan dan hipotesis penelitian Anda? Menguji pengaruh (kausal) beda tekniknya dengan menguji hubungan (korelasional) atau sekadar mendeskripsikan kondisi (deskriptif).
  2. Apa skala data Anda? Nominal, ordinal, interval, atau rasio — ini menentukan apakah Anda boleh pakai uji parametrik atau harus pakai non-parametrik.
  3. Apakah asumsi statistik teknik tersebut terpenuhi? Untuk regresi/uji-t/ANOVA, yang relevan sebenarnya adalah normalitas residual model — bukan data mentah. Hasil uji ini bukan gerbang otomatis: pada sampel besar, penyimpangan normalitas biasanya berdampak kecil terhadap kesimpulan, jadi pertimbangkan juga ukuran sampel dan besar penyimpangannya, bukan cuma lolos/tidaknya satu uji formal (Midway & White, 2025).
  4. Berapa jumlah kelompok/variabel yang dibandingkan? Dua kelompok, lebih dari dua kelompok, atau menguji hubungan antar banyak variabel sekaligus — masing-masing punya teknik yang berbeda.

Peta Teknik Analisis Berdasarkan Tujuan Penelitian

TujuanKondisiOpsi Teknik
Hubungan 2 variabel kontinuHubungan linear, variabel sesuai, asumsi memadaiKorelasi Pearson
Hubungan 2 variabel kontinuData ordinal, atau hubungan monotonik tapi kondisi Pearson tidak terpenuhiKorelasi Spearman
Hubungan 2 variabel kontinuAda outlier berpengaruh atau masalah distribusiKorelasi robust, transformasi, atau analisis sensitivitas
Pengaruh 1+ variabel bebas → 1 terikatOutcome kontinu, asumsi model terpenuhiRegresi linear sederhana/berganda
Pengaruh 1+ variabel bebas → 1 terikatOutcome bukan kontinu (biner, cacah, proporsi)GLM dengan distribusi yang sesuai (logistik, Poisson, dll.)
Pengaruh 1+ variabel bebas → 1 terikatResidual bermasalahRobust standard errors, atau model yang lebih sesuai
Beda rata-rata 2 kelompokAsumsi memadaiIndependent samples t-test
Beda rata-rata 2 kelompokVarians tidak setaraWelch's t-test
Beda rata-rata 2 kelompokAsumsi jauh dari terpenuhi, atau data ordinalMann-Whitney U
Beda 2 kelompok berpasanganAsumsi memadaiPaired samples t-test
Beda 2 kelompok berpasanganAlternatifWilcoxon Signed-Rank
Beda rata-rata 3+ kelompokAsumsi memadaiOne-way ANOVA
Beda rata-rata 3+ kelompokVarians tidak setaraWelch's ANOVA
Beda rata-rata 3+ kelompokAlternatifKruskal-Wallis
Hubungan antar variabel KATEGORIKALFrekuensi sel memadaiChi-Square (uji untuk data kategorikal — DI LUAR dikotomi parametrik/non-parametrik)
Hubungan antar variabel KATEGORIKALFrekuensi sel kecilFisher's Exact Test

Prinsip penting: pemilihan teknik ditentukan bersama oleh tujuan penelitian, skala data, dan kesesuaian asumsi — bukan oleh satu nilai p uji normalitas semata (Kim et al., 2024). Hasil uji normalitas yang kurang ideal TIDAK otomatis mengharuskan pindah ke padanan non-parametrik — pertimbangkan dulu ukuran sampel dan seberapa besar penyimpangannya (Midway & White, 2025). Yang jelas keliru bukan "hasil ujinya kurang sempurna", melainkan memilih teknik tanpa mempertimbangkan asumsi sama sekali.


Kesalahan Umum yang Wajib Dihindari

  1. Teknik sampling ditulis tanpa justifikasi — hanya menulis "purposive sampling" tanpa menjelaskan kriteria pemilihan dan alasan mengapa teknik itu paling sesuai.
  2. Ukuran sampel ditentukan setelah data terkumpul, bukan direncanakan sejak BAB III lewat rumus/perhitungan yang jelas.
  3. Pemeriksaan asumsi dilewatkan sama sekali — langsung pakai regresi/uji-t/Pearson tanpa ada rencana pemeriksaan (normalitas residual, homogenitas varians, dst) apa pun. Bukan soal hasil ujinya harus sempurna — yang wajib ada adalah rencana pemeriksaannya dan pelaporannya.
  4. Teknik statistik dipilih karena "biasa dipakai skripsi lain", bukan karena disesuaikan dengan tujuan penelitian dan skala data sendiri.
  5. Non-probability sampling dipakai untuk klaim generalisasi populasi luas — padahal non-probability sampling secara metodologis membatasi seberapa jauh hasil bisa digeneralisasi.

Ringkasan Cepat

  • Pilih probability sampling kalau ingin menggeneralisasi ke populasi luas; non-probability sampling untuk populasi yang sulit didaftar acak atau penelitian eksploratif.
  • Tentukan ukuran sampel lewat rumus (Slovin, Krejcie-Morgan) atau power analysis (G*Power) — bukan asal tebak.
  • Sebelum memilih teknik analisis, jawab dulu: tujuan penelitian, skala data, kesesuaian asumsi, dan jumlah kelompok/variabel — dinilai bersama, bukan satu nilai p semata.
  • Hasil uji normalitas yang kurang ideal tidak otomatis mengharuskan pindah ke non-parametrik — pertimbangkan ukuran sampel dan besar penyimpangannya. Yang wajib dihindari adalah memilih teknik tanpa pertimbangan asumsi sama sekali.

Referensi

  1. Ahmed, S. K. (2024). How to choose a sampling technique and determine sample size for research: A simplified guide for researchers. Oral Oncology Reports. https://doi.org/10.1016/j.oor.2024.100662
  2. Zrineh, A., Al-Usta, M., & Alwawi, A. (2026). Sampling Methods and Sample Size Determination in Clinical Research: An Educational Review. Journal of General and Family Medicine. https://doi.org/10.1002/jgf2.70096
  3. Nanjundeswaraswamy, T. S., & Divakar, S. (2021). Determination of Sample Size and Sampling Methods in Applied Research. Proceedings on Engineering Sciences. https://doi.org/10.24874/pes03.01.003
  4. Sarker, M., & Al-Muaalemi, M. A. (2022). Sampling Techniques for Quantitative Research. In Principles of Social Research Methodology. https://doi.org/10.1007/978-981-19-5441-2_15
  5. Turban, J. L., Almazan, A. N., Reisner, S. L., & Keuroghlian, A. S. (2023). The Importance of Non-Probability Samples in Minority Health Research: Lessons Learned from Studies of Transgender and Gender Diverse Mental Health. Transgender Health. https://doi.org/10.1089/trgh.2021.0132
  6. Serdar, C. C., Cihan, M., Yücel, D., & Serdar, M. A. (2021). Sample size, power and effect size revisited: Simplified and practical approach in pre-clinical, clinical and laboratory studies. Biochemia Medica. https://doi.org/10.11613/BM.2021.010502
  7. Casillan, A. J., & Bush, E. L. Study population: Who and why them?. In Translational Surgery. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-90300-4.00024-0
  8. Kim, J., Kim, D. H., & Kwak, S. G. (2024). Comprehensive guidelines for appropriate statistical analysis methods in research. Korean Journal of Anesthesiology. https://doi.org/10.4097/kja.24016
  9. Ginn, G. L., & Campbell-Cooper, C. (2025). Choosing statistical methods for clinical trials. Medicine. https://doi.org/10.1016/j.mpmed.2025.04.007
  10. Cheema, J. R. (2014). Some general guidelines for choosing missing data handling methods in educational research. Journal of Modern Applied Statistical Methods, 13, 53-75. https://doi.org/10.22237/jmasm/1414814520
  11. Sabharwal, M. (2018). The Use of Soft Computing Technique of Decision Tree in Selection of Appropriate Statistical Test For Hypothesis Testing. In Advances in Intelligent Systems and Computing. https://doi.org/10.1007/978-981-10-5687-1_15
  12. Slater, P., & Hasson, F. (2025). Quantitative Research Designs, Hierarchy of Evidence and Validity. Journal of Psychiatric and Mental Health Nursing. https://doi.org/10.1111/jpm.13135
  13. Burmeister, E., & Aitken, L. M. (2012). Sample size: How many is enough?. Australian Critical Care. https://doi.org/10.1016/j.aucc.2012.07.002
  14. Hyer, S., & Balani, J. (2024). Basic statistical methods in research and their interpretation. South Sudan Medical Journal. (DOI belum tersedia — jurnal ini umumnya tidak mendaftarkan DOI per artikel.)
  15. Midway, S., & White, J. W. (2025). Testing for normality in regression models: mistakes abound (but may not matter). Royal Society Open Science, 12(4), 241904. https://doi.org/10.1098/rsos.241904 — dasar koreksi normalitas residual vs data mentah, dan dampak kecil pilihan parametrik/non-parametrik terhadap power (lihat lib/konstruk-uji-statistik.ts, Temuan #5).

Cek Proposal Anda Sekarang

Review AI TourAcad menggunakan rubrik berbasis panduan ini untuk menilai proposal Anda secara objektif.

Mulai Review Gratis